Is there any question?




Tsurumi's Bloggie

funwithjapan.blogspot.co.id


Credit クレジット
Template      :  Ghita
Editor           :  Aika//Ghita
Inspiration      :  Hana
Online          :  

















Upacara Minum Teh ( Chanoyu )

Saturday, November 9, 2013 | 3:46 PM | 0 comment

Di Jepang upacara minum teh sudah merupakan sebuah tradisi yang bersifat ritual dan penuh makna. Upacara minum teh seperti ini disebut chado, sado, atau chanoyu, dan yang dilakukan di luar ruangan disebut nodate.

Upacara minum teh ini pada awalnya adalah tradisi dalam menyajikan teh untuk tamu yang dilakukan dengan ritualitas dan religius. Namun dalam perkembangan, upacara ini kemudian menjadi tradisi di kalangan bangsawan, dan sampai saat ini masih tetap dipertahankan menjadi budaya Jepang yang sangat dijunjung tinggi. Oleh karena itu tidaklah heran bila anda melihat peralatan untuk membuat dan minum teh, terbuat dari bahan berkualitas dan penuh sentuhan seni.

Upacara minum teh dilakukan sebagai bentuk penghormatan tuan rumah kepada tamunya. Teh disiapkan secara khusus oleh orang yang mendalami seni upacara minum teh dan dinikmati oleh sekelompok tamu di ruangan khusus untuk minum teh, yang disebut chashitsu. Ruangannya tidak terlalu besar, bersih, dan pada satu sisi ruang terdapat ceruk (tokonoma) yang dihias dengan lukisan dinding atau kaligrafi yang disebut kakejiku, lalu dilengkapi dengan rangkaian bunga semusim (chabana) dan harum-haruman. Sementara itu di satu sudut ruangan, segala peralatan untuk minum teh juga tertata rapi, mulai dari perapian untuk merebus air (tungku), guci, bubuk teh dan sendoknya, pengocok, dan mangkuk keramik yang sesuai dengan musim dan status tamu yang diundang. Selain itu, tersedia juga kue manis yang akan dibagikan kepada tamu sebelum meminum teh. Teh yang dipakai pada upacara minum teh umumnya menggunakan teh bubuk matcha yang dibuat dari teh hijau yang digiling halus, tetapi kadang  pula menggunakan teh hijau jenis sencha.




Karena upacara minum teh bukan hanya untuk menikmati teh, setiap gerakan dan setiap benda dihadirkan untuk diperhatikan dan diapresiasi. Setiap gerakan dalam penyajian teh dilakukan oleh penyaji dengan lambat. Tungku menyala, air mendidih, perangkat diusap dengan saputangan merah yang dilipat segitiga dan dibalutkan ke tangan kiri. Air mendidih, dan teh siap diseduh.Sementara itu, sebelum nimum teh, disajikan sebuah kue yang manis sekali kepada setiap tamu. Dan pada saat menyajikan teh kepada tamu, tuan rumah memegang mangkuk dengan kedua tangan. Memutarnya dua kali di atas tangan kanan, meletakkannya di atas tatami di hadapan tamu, membungkuk dan mempersilahkan. Tamu membalas membungkuk dengan ucapan penerimaan, mengambilnya dengan dua tangan, memutar mangkuk dua kali di atas tangannya sambil mengamati pola di luar mangkuk, menyeruput teh sedapatnya dengan suara ribut, kemudian memberi komentar tentang mangkuknya.

Bentuk mangkuk untuk minum teh juga disesuaikan dengan musim. Mangkuk yang tinggi untuk musim dingin, supaya kehangatan teh bertahan lebih lama. Mangkuk yang ceper untuk musim panas, supaya teh lebih cepat dingin. (˚☐˚!!) wow sugoi

Ketika upacara berlangsung tidak ada musik pengiring. Hanya bunyi angin menggesek dedaunan di luar, air menetes di pancuran, dan air mendidih di tungku kecil pojok ruangan. Suara alam, ditambah suara percakapan dengan tamu. Biasanya percakapan dilakukan antara tuan rumah dan tamu utama yang duduk paling ujung, paling dekat dengan tungku, paling awal mendapat sajian. Tamu lain semestinya mendengarkan saja percakapan seperti itu, tetapi saat ini terutama untuk tamu asing biasanya semua boleh bertanya.

Berikut adalah peralatan" yang diperlukan dalam penyajian teh di Jepang ♪(´ε` )

Selama upacara minum teh berlangsung anda akan terkesan dengan filosofi masyarakat Jepang yang sangat menghormati tamu . Oleh karena itu bila anda diundang sebagai tamu secara formal dalam upacara minum teh, anda juga harus mempelajari tatakrama, kebiasaan, basa-basi, etiket minum teh dan menikmati makanan kecil yang dihidangkan.

Jenis Jenis Teh  yang umum dalam upacara minum teh ┐(´_`)┌
  • Green tea [ryokucha] sangat umum di Jepang, sehingga biasa disebut sebagai teh [ocha] atau bahkan Japanese tea [nihoncha]. Sebenarnya, ada banyak jenis teh yang tergantung pada kualitas dan bagian mana dari tanaman teh yang digunakan. Karena itu, terdapat banyak varian harga dan kualitas teh, yang bisa kita temukan di Jepang. Namun hingga kini disebut bahwa Japanese green tea terbaik adalah berasal dari Uji, di wilayah Kyoto. Selain itu, daerah Shizuoka juga terkenal akan hasil teh hijaunya, bahkan di sekolah-sekolah mulai dipasang keran yang mengalirkan air teh. green tea
  • Gyokuro: terbuat dari kualitas teh hijau Ten-cha. Nama Gyokuro mengacu pada warna hijau pucat hasil seduhnya. Daun tehnya tumbuh di bawah bayang-bayang [tidak terkena sinar matahari langsung] sekian waktu sebelum dipanen, yang semakin meningkatkan aromanya. 
  • Matcha: teh hijau bubuk dengan kualitas tinggi yang biasanya digunakan untuk upacara minum teh. Matcha juga menjadi aroma yang populer untuk rasa es krim, permen, atau snack lain di Jepang.
  • Sencha: green tea yang paling umum ditemukan di Jepang. Sencha berasal dari daun teh yang terkena cahaya matahari langsung. 
  • Genmaicha: merupakan teh campuran dari maicha dan genmai [beras merah] yang telah dipanggang. 
  • Kabusecha: merupakan jenis teh yang sama dengan Sencha, hanya saja daun teh kebusencha dibuat terlindungi dari cahaya langsung matahari sebelum dipanen. Namun karena tidak selama Gyukuro prosesnya, maka asilnya tetap berbeda dari Gyukuro. Aroma Kabusecha lebih halus dibanding Sencha.
  • Bancha: adalah Sencha yang dipanen pada musim kedua [antara musim panas dan gugur]. Daun-daunnya lebih besar dan aromanya tak seharum Sencha yang dipanen pada musim pertama. 
  • Houjicha: sejenis green tea yang dipanggang 
  • Kukicha: jenis teh yang berasal dari tiap pucuk tamanan teh, dengan memetik bagian bunga dan 3 helai daunnya. 
  • Tamaryokucha: jenis teh yang memiliki aroma yang tajam dengan rasa kombinasi antara buah berry, rumput, citrus dan almond. 
Jika dibandingkan satu sama lain, masing-masing teh memiliki rasa yang lebih manis dan tidak begitu pahit jika dibandingkan dengan Bancha. Masing-masing teh juga memiliki tingkat kandungan vitamin dan mineral yang berbeda. Sencha mengandung vitamin C yang lebih signifikan dari Gyokuro. Jika kita mengenal kelebihan dari setiap jenis teh ini,  dapat membantu kita dalam mengoptimalkan khasiat dari teh yang kita minum. Matta nee ♫♪♫( ´▽`)
Kabusecha
Houjicha
Ryoukucha atau Ocha (Green Tea)
Bancha (Inget Bancha bukan Banchi XD)
Genmaicha
Gyokuro

Kukicha
Sencha
Tamaryokucha
Matcha

Labels: ,

0 Comments:

Post a Comment






コメント
Recent Comment


ナビゲーションバー
Himitsu Box
A I K A
Misterious Box here ♥
Click and see the surprise \(´▽`)/~♡